Persiapan Penting Menghadapi Musim Hujan
Jadwal pemeliharaan rutin yang mencakup pembersihan saluran air dan pengecekan waterproofing mengurangi kerusakan hingga 70%.
Jadwal pemeliharaan rutin yang mencakup pembersihan saluran air dan pengecekan lapisan waterproofing mengurangi kerusakan rumah saat musim hujan hingga 70% menurut penelitian International Journal of Building Pathology and Adaptation (2024). Kerusakan yang paling sering terjadi adalah rembesan dinding dan kebocoran atap.
Bersihkan Talang dan Selokan Air
Talang dan selokan yang tersumbat menyebabkan air menggenang dan meluap ke dinding atau meresap ke atap. Bersihkan semua talang dari daun, ranting, dan kotoran sebelum musim hujan. Pastikan air mengalir lancar dari atap ke tanah tanpa ada titik yang tertahan.
Periksa Kedapatan Atap
Lakukan inspeksi menyeluruh pada seluruh permukaan atap. Perhatikan genteng yang retak, bergeser, atau hilang. Cek juga kondisi nok dan ridge—kedua area ini adalah titik paling umum kebocoran terjadi. Perbaiki kecil sebelum menjadi masalah besar saat hujan deras.
Aplikasikan atau Perbarui Waterproofing
Untuk atap beton flat, periksa kondisi lapisan waterproofing. Koating yang sudah mengelupas atau retak harus diperbarui sebelum musim hujan. Tambahkan lapisan koating baru untuk memastikan perlindungan maksimal dari rembesan air.
Pastikan Sistem Drainase Berfungsi
Cek semua downspout untuk memastikan tidak ada penyumbatan. Tuang air ke dalam talang untuk menguji aliran—jika air menggenang atau mengalir lambat, ada penyumbatan yang harus diatasi.
Pangkas Ranting Pohon Dekat Rumah
Ranting pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan atap dapat menjadi jalan air ke rumah saat hujan disertai angin. Ranting juga bisa mematahkan genteng dan talang. Pangkas semua ranting yang berpotensi menyentuh atau merusak atap.
Siapkan Penutup Ventilasi
Ventilasi atap yang terbuka bisa membuat air masuk saat hujan angin kencang. Siapkan penutup atau pelindung untuk semua ventilasi, atau pastikan ventilasi didesain untuk mencegah air masuk namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.
Periksa Kelistrikan dan Instalasi
Instalasi listrik yang terpapar air, seperti di loteng atau teras lantai dua, harus dilindungi. Pastikan semua kotak junction memiliki tutup yang kedap air dan kabel tidak terkelupas. Matikan listrik di area yang berpotensi tergenang air saat hujan lebat.
Studi Pendukung
Penelitian berjudul “Building Maintenance Management: Strategies for Preventing Rain-Induced Defects” (Rahman & Salleh, International Journal of Building Pathology and Adaptation, 2024) mengklasifikasikan kerusakan rumah yang paling sering terjadi saat musim hujan. Peneliti menemukan rembesan dinding dan kebocoran atap menyumbang lebih dari 60% semua keluhan. Studi ini merekomendasikan jadwal pemeliharaan rutin sebelum musim hujan sebagai strategi pencegahan yang paling efektif dan hemat biaya.
Kesimpulan
Persiapan menyeluruh sebelum musim hujan jauh lebih murah dibanding perbaikan setelah kerusakan terjadi. Dengan membersihkan talang, memeriksa atap, memperbarui waterproofing, dan memangkas ranting pohon, Anda mengurangi risiko kerusakan hingga 70%. Luangkan waktu akhir pekan untuk memeriksa seluruh eksterior rumah dan perbaiki masalah kecil sebelum menjadi bencana saat hujan.