Genteng Keramik vs Beton: Mana yang Lebih Baik?
Genteng keramik lebih tahan lama dan estetis, genteng beton lebih terjangkau dan mudah dipasang.
Genteng keramik dan genteng beton adalah dua jenis genteng paling populer di Indonesia, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Memahami perbedaan keduanya membantu membuat keputusan yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran renovasi rumah.
Proses Produksi dan Kualitas Material
Genteng keramik dibuat dari tanah liat yang diproses dan dibakar pada suhu di atas 1.100°C, menghasilkan material yang sangat keras, padat, dan tahan lama. Proses pembakaran high-temperature ini membuat warna dan tekstur genteng keramik abadi—tidak akan pudar atau terkelupas seiring waktu. Genteng beton dicetak dari campuran semen, pasir, dan agregat yang dipadatkan, kemudian dikurangi selama 28 hari untuk mencapai kekuatan maksimal.
Durabilitas dan Usia Pakai
Dengan proses pembakaran ekstrem, genteng keramik dapat bertahan 50-70 tahun atau bahkan lebih lama dengan perawatan minimal. Permukaan keramik yang di-glazur juga tahan terhadap lumut dan jamur. Genteng beton umumnya bertahan 20-30 tahun. Warna pada genteng beton bisa memudar seiring waktu karena paparan sinar UV, dan material ini lebih rentan terhadap retak rambut akibat ekspansi termal.
Berat dan Struktur Atap
Genteng beton jauh lebih berat, sekitar 45-55 kg per m², sedangkan genteng keramik sekitar 35-45 kg per m². Perbedaan berat ini berdampak pada desain struktur atap—rumah dengan genteng beton memerlukan rangka yang lebih kuat dan kolom yang lebih banyak. Untuk renovasi tanpa mengubah struktur, genteng keramik adalah pilihan yang lebih aman karena sedikit lebih ringan.
Harga dan Keterjangkauan
Genteng beton jauh lebih terjangkau dengan harga sekitar Rp 4.000-6.000 per buah atau Rp 350.000-500.000 per m². Genteng keramik premium dua sampai tiga kali lebih mahal, dengan harga Rp 8.000-12.000 per buah atau Rp 650.000-900.000 per m². Untuk proyek dengan anggaran terbatas, genteng beton sering menjadi pilihan utama.
Estetika dan Pilihan Warna
Genteng keramik unggul dalam estetika dengan pilihan warna dan tekstur yang sangat beragam. Efek glazur menghasilkan permukaan yang mengkilap dan mudah dibersihkan. Genteng beton memiliki tampilan yang lebih kasar dan tekstur, meskipun kini tersedia dalam berbagai warna. Untuk rumah mewah atau bergaya klasik, genteng keramik hampir selalu menjadi pilihan utama.
Perawatan dan Maintenance
Kedua jenis genteng relatif mudah dirawat, namun ada perbedaan. Genteng keramik tahan lumut karena lapisan glazur, sementara genteng beton lebih cepat ditumbuhi lumut jika sering lembab. Genteng beton bisa di-cat ulang untuk memperbarui warna, namun genteng keramik tidak perlu dicat karena warna berasal dari material itu sendiri.
Kesimpulan
Pilih genteng keramik untuk investasi jangka panjang, estetika premium, dan hunian mewah. Usia pakai hingga 70 tahun dan warna yang abadi membuat keramik pilihan excellent untuk rumah tinggal. Pilih genteng beton untuk anggaran terbatas, proyek skala besar, atau rumah minimalis dengan desain modern. Keduanya tersedia dalam berbagai pilihan yang memenuhi standar kualitas Indonesia.